Sebuah Pelajaran Berharga dari Surat Yusuf

yusufSegala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah.

Allah berfirman,

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَـذَا الْقُرْآنَ وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ. إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَباً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ

Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui. ‎ (Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku , sesungguhnya aku ‎bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”(Yusuf: 3-4)

Hampir keseluruhan surat Yusuf berisi kisah kehidupan Nabi Yusuf ‘alaihis salam bersama saudara dan bapaknya (Nabi Ya’qub ‘alaihis salam). Kisah Nabi Yusuf secara khusus diceritakan dalam surat ini, berbeda dengan kisah Nabi-Nabi yang lainnya yang disebutkan dalam beberapa surat. Selain itu, kebanyakan kisah Nabi dalam al Qur’an berkisar pada tantangan yang bermacam-macam dari kaum mereka dan adzab yang diturunkan untuk kaum yang mendustakan Nabi/Rasul tersebut. Dalam kisah Yusuf ini Allah menitikberatkan pada ujian kesabaran dan kesudahan yang baik setelah itu. Allah menguji Nabi Ya’qub ‘alaihis salam  dengan kehilangan putra yang paling dicintainya, yaitu nabi Yusuf. Allah menguji Nabi Yusuf dengan berbagai macam ujian: dipisahkan dari orang tuanya, dibuang ke sumur, diperjualbelikan sebagai budak, digoda wanita yang cantik lagi bangsawan, serta dimasukkan penjara.  Kemudian Allah melepaskan ujian dari Yusuf lalu memberinya kedudukan yang terhormat serta mengumpulkan kembali dengan orang tua dan saudaranya. Baca lebih lanjut

Rihlah Para Ulama’ dalam Menuntut Ilmu

Originally posted on FSMS Surabaya™:

rihlah ilmuTelah menjadi kebiasaan para ulama melakukan rihlah(perjalanan jauh) untuk menuntut ilmu. Mereka bersabar hidup jauh dari sanak kerabat dan orang2 yg dicintai demi mendapatkan warisan para Nabi(yaitu ilmu). Mereka memahami benar bahwa ilmu itu perlu dicari dan didatangi, dia tidak datang dengan sendirinya. Hal ini sebagaimana dikatakan,

العلم يؤتى ولا يأتي

“Ilmu itu didatangi, dan tidak datang (dengan sendirinya)”

Sebelumnya tentu kita ingat kisah Nabi Musa mengikuti Khidiralaihimassalam. Dengan susah payah Nabi Musa berusaha mencari Khidir lalu mengikutinya untuk mendapatkan ilmu yang ia belum miliki atau ketahui (lihat kisah selengkapnya di dalam surat al Kahfi ayat 60-82). Begitu juga dengan kisah para sahabat yang datang dari segala penjuru untuk menemui dan belajar dari Rasulullah. Mereka bertanya tentang urusan agama mereka. Setelah mereka memiliki ilmu yang cukup maka Rasulullah mengutus mereka kembali untuk mengajari kaum mereka.

Jabir bin Abdillahradhiyallahu ‘anhu pernah mengadakan perjalanan selama satu bulan menuju Syam…

View original 208 more words

Panduan Ringkas di Bulan Ramadhan

Originally posted on FSMS Surabaya™:

panduan ramadhanSegala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihiwasallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Bulan Ramadhan memiliki begitu banyak keutamaan dan disyariatkan di dalamnya berbagai macam ibadah yang mulia. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihiwasallam memberi kabar gembira kepada para sahabatnya saat datang bulan Ramadhan dengan bersabda,

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ, شَهْرٌ مُبَارَكٌ, كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ, فِيْهِ تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةُ وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ. فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ.

Telah datang kepadamu Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan atas kalian puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa terhalangi dari kebaikannya maka ia telah terhalangi (dari kebaikan). (HR. Ahmad dan an-Nasa`i. Dishahihkan Syaikh Albani)

Bagi…

View original 102 more words

Adab Mendatangi Sholat

Originally posted on FSMS Surabaya™:

aSyaikh Dr Saleh Al Fauzan hafidzahullah

Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah.

Kita perlu mengetahui adab-adab yang disyariatkan sebelum sholat. Hal ini tidak lain karena sholat adalah ibadah yang agung sehingga perlu persiapan sebelumnya agar lebih sempurna dalam mengerjakannya.

Adab Berjalan Menuju Masjid

Hendaknya berjalan menuju masjid dengan sakiinah dan waqar (سكينة ووقار). Maksud dari sakinah adalah tuma’ninah dan pelan-pelan dalam berjalan. Adapun waqar maksudnya adalah tenang, tidak tergesa-gesa, menahan pandangan, merendahkan suara dan tidak banyak menoleh.  Rasulullah bersabda, “Jika sholat telah ditegakkan – dalam lafadz yang lain: jika kalian mendengar iqomat [1]- maka berjalanlah dengan tenang, apa yang kamu dapati maka sholatlah, apa yang terlewat darimu maka sempurnakan.” [2]

Hendaknya datang ke masjid lebih awal agar mendapatkan takbiratul ihram bersama imam dan dapat mengikuti jama’ah sholat dari awal. Hendaknya juga memendekkan langkah agar semakin banyak pahala yang didapat. Rasulullah bersabda, “Jika…

View original 610 more words

Hukum Seputar Menghilangkan Najis

Originally posted on FSMS Surabaya™:

wudhuSyaikh Dr Saleh Al Fauzan hafidzahullah

Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah dan pengikutnya.

Sebagaimana seorang muslim dituntut untuk mengangkat hadas  jika ingin sholat  (baik dengan wudhu, mandi atau tayamum) maka dia juga dituntut untuk membersihkan badan, pakaian dan tempatnya dari najis. Allah berfirman,

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

Dan pakaiannmu maka bersihkanlah (QS Al Mudatsir: 4)

Pada asalnya yang digunakan untuk membersihkan najis adalah air. Air adalah bahan yang digunakan untuk thaharoh secara umum sebagaimana disifati oleh Allah, Allah berfirman,

وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّن السَّمَاء مَاء لِّيُطَهِّرَكُم بِهِ

Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu. (QS Al Anfal: 11)

Najis dan Cara Menghilangkannya:

View original 839 more words

Pembatal-Pembatal Wudhu

Originally posted on FSMS Surabaya™:

wudhuSyaikh Saleh Al Fauzan hafidzahullah

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah dan pengikutnya.

Setelah sebelumnya dibahas masalah wudhu’, kali ini akan kami bahas masalah pembatal-pembatal wudhu’. Jangan sampai karena kita tidak mengetahui wudhu’ kita sudah batal kita tetap melaksanakan suatu ibadah – misal sholat- dengan wudhu tersebut sehingga tidak sah ibadahnya.

Secara ringkas ada dua pembatal wudhu:

Pertama, hadas yang membatalkan wudhu’ seperti buang air kecil, buang air besar, dan semua yang keluar dari dua jalur (kemaluan).

Kedua, sebab-sebab terjadinya hadas. Dalam artian jika hal ini terjadi maka dimungkinkan terjadinya hadas seperti hilangnya akal, tidur pulas, dibius, gila, dll. Seorang yang hilang akalnya maka ia tidak bisa merasakan apa yang terjadi.

Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

[1]    Yang keluar dari dua jalur

Yang keluar dari dua jalur (kemaluan) bisa berupa air kencing, mani, madzi, darah istihadzoh, tinja, atau kentut.

–          Jika yang…

View original 545 more words

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.